Mahir HTML5 dan CSS3 cepat dan mudah dipahami. Apakah HTML itu ? Kepanjangan dari HTML (HyperText Mark up Language) (HyperText Mark ...
Mahir HTML5 dan CSS3 cepat dan mudah dipahami.
Apakah HTML itu ?
Kepanjangan dari HTML (HyperText Mark up Language)
(HyperText Mark up Language) merupakan suatu metode untuk mengimplementasikan konsep hypertext dalam suatu naskah atau dokumen. HTML sendiri bukan tergolong pada suatu bahasa pemrograman karena sifatnya yang hanya memberikan tanda ( marking up ) pada suatu naskah teks dan bukan sebagai program. Pengertian HTML bila dijabarkan berdasarkan kata-kata penyusunnya HTML dapat diartikan lebih dalam lagi menjadi:
1. Hypertext
Link hypertext adalah kata atau frase yang dapat menunjukkan hubungan suatu naskah dokumen dengan naskah-naskah lainnya. Jika kita klik pada kata atau frase untuk mengikuti link ini maka web browser akan memindahkan tampilan pada bagian lain dari naskah atau dokumen yang kita tuju.
2. Markup
Pada pengertiannya di sini markup menunjukkan bahwa pada file HTML berisi suatu intruksi tertentu yang dapat memberikan suatu format pada dokumen yang akan ditampilkan pada World
Wide Web.
3. Language
Meski HTML sendiri bukan merupakan bahasa pemrograman, HTML merupakan kumpulan dari beberapa instruksi yang dapat digunakan untuk mengubah-ubah format suatu naskah
atau dokumen.
Langkah-Langkah Persiapan Mahir HTML5
HTML5 diprediksi akan menjadi standar desain website baru di masa mendatang. Berbeda dengan HTML versi lama, Anda bisa menciptakan animasi, video, modifikasi gambar bitmap, dan game langsung memakai HTML5 (dengan dukungan script lain seperti JavaScript dan
CSS).
HTML5 pertama kali dikembangkan pada tahun 2004 oleh organisasi, yang lantas menamai dirinya sebagai "WHAT" Working Group (WHATWG).
Orang-orang yang menjadi anggota WHATWG berasal dari gabungan Apple, Mozilla, dan Opera. Lantas pada tahun 2006, World Wide Web Consortium (W3C), lembaga yang paling bertanggung jawab terhadap perkembangan internet, termasuk HTML, memutuskan untuk menghentikan "riset" terhadap XHTML dan memilih bekerja sama dengan WHATWG untuk mengembangkan HTML5.
Dua tahun kemudian, 2008, HTML5 versi perdana diperkenalkan. Ditulis pertama kali oleh Ian Hickson, HTML5 masih terus dikembangkan hingga kini. Pada tahun yang sama, Firefox 3
mengumumkan bahwa browser bergambar rubah-api itu menjadi browser pertama yang men-support HTML5. Lantas, disusul pula oleh Chrome, Safari, dan Internet Explorer.
Perkembangan HTML5 tampaknya mulai mendapat sambutan positif setelah para developer besar menciptakan layanan berbasis HTML5. Contohnya, Youtube yang memperkenalkan player video berbasis HTML5.
Langkah ini disusul pula oleh Scribd yang bergerak di bidang distribusi dokumen-dokumen dan Disney yang membeli perusahaan- perusahaan startup yang membuat permainan online berbasis HTML5.
Pada bulan September 2011, Alexa mencatat bahwa sebanyak 34% dari 100 situs populer dunia sudah mengadopsi HTML5 dalam pembuatan dan perancangan websitenya. Hingga kini, HTML5 masih terus dikembangkan dan sepertinya tak akan pernah berhenti berkembang.
Di dalam artikel ini, Anda akan mempelajari HTML5 dan teknologi pendukung lainnya untuk membuat desain website.
Kemampuan Browser terhadap HTML5
Artikel ini tidak condong ke browser dengan merek tertentu. Itu artinya, di dalam artikel ini mungkin Anda akan menggunakan Firefox, Chrome, Opera, atau Internet Explorer secara bergantian. Hal ini terjadi karena tiap-tiap browser memiliki kemampuan yang berbeda untuk menginterpretasikan tag-tag HTML5. Selain itu, semua browser tidak memiliki kemampuan yang sama.
Ingat: ketika artikel ini ditulis, belum seluruh fitur yang tersimpan di dalam HTML5 dapat ditampilkan secara utuh, penuh, dan maksimal oleh browser. Yang lebih membingungkan lagi adalah sebuah kenyataan dimana satu browser memiliki kapabilitas yang lebih tinggi dibanding browser lainnya. Atau, satu browser mendukung tag A tapi tidak men-support tag B, tapi browser lain justru sebaliknya, mendukung tag B tapi tidak men-support tag A. Oleh karena itu, untuk hasil terbaik,
gunakan beragam browser.
Untuk mengetahui apakah browser yang Anda pakai mendukung seluruh tag beserta atribut HTML5 atau tidak, serta untuk "mengintip" tag-tag apa saja yang belum di-support, pergilah ke situs
www.html5test.com.
Berikut variasi hasil yang akan Anda dapatkan ketika mengakses situs tersebut:
- Anda akan melihat score. Semakin tinggi angka pada score tersebut, semakin bagus pula performa browser itu terhadap fitur-fitur yang ada di dalam HTML5. Lihat perbandingan score antara Firefox 15.0 di sebelah kiri dan Opera 12.01 di sebelah kanan. Opera tampaknya lebih mendukung banyak tag dan atribut HTML5

Score Firefox 15.0 di sebelah kiri dan Opera 12.01 di sebelah kanan - Score maksimal pada situs HTML5Test.com di atas adalah 500. Semakin kecil dari angka 500, maka browser itu semakin tak bisa diandalkan. Solusinya, upgrade browser itu jika ada versi terbaru. Tapi jika tidak ada versi terbaru, gantilah dengan browser lain.
- Di dalam situs HTML5Test.com di atas tersaji dengan lengkap daftar tag, element, dan atribut HTML5 yang dapat didukung atau tidak dapat didukung oleh masing-masing browser. Bisa jadi, browser A mendukung tag B, tapi sebaliknya tidak mendukung tag C. Sebaliknya, browser B mendukung tag C tapi tidak sanggup menangani tag A. Kalau sudah begini, ujilah contoh-contoh kasus yang akan kita temukan nanti dalam beberapa browser.
- Sampai saat ini, Google Chrome merupakan browser yang paling banyak mendukung HTML5. Untuk menguji score tiap-tiap browser, silakan klik Tab Other Browsers.

COMMENTS