Tahun 2020 dunia akan memasuki era baru yang disebut era Industri 4.0. Pada era tersebut, dunia industri diprediksi akan banyak menggunak...
Tahun 2020 dunia akan memasuki era baru yang disebut era Industri 4.0. Pada era tersebut, dunia industri diprediksi akan banyak menggunakan teknologi seperti robot, artificial intelligence, komputer super canggih, kendaraan otonom, 3D printing, dan teknologi teknologi laiinnya termasuk optimasi fungsi otak manusia dengan editing genetik dan perkembangan neuroteknologi.
Sepintas mungkin terlihat menyenangkan dan membuat takjub, akan tetapi akan ada kerugian yang ditimbulkan oleh revolusi industri tersebut. Revolusi Industri 4.0 ini pasti menyebabkan disrupsi atau gangguan bukan hanya di bidang bisnis saja, namun juga pada pasar tenaga kerja. Akan ada banyak jenis pekerjaan yang hilang dan tergantikan oleh fungsi robot atau artificial intelligence, sehingga mau tak mau, suka atau tidak, menuntut kita untuk terus mengembangkan skill agar kita tidak tergerus oleh teknologi di masa depan.
Generasi milenial pun tak luput dari perubahan yang dibawa revolusi industri 4.0. Generasi yang sedang berada di usia produktif ini harus bersiap karena masa depan dunia industri berada di tangan mereka. Tak cukup hanya pintar dan menguasai teori, mereka harus memiliki kemampuan belajar (learning ability) dan skill tinggi untuk dapat mengimbangi perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Berikut adalah beberapa skill dasar yang harus dimiliki oleh milenial agar siap dalam menghadapi era Industri 4.0 dikutip dari Future of Jobs Reports, World Economic Forum.
1. Complex problem solving
Complex problem solving disini merupakan kemampuan penyeleasaian masalah kompleks dengan berbagai cara. Mulai dari melakukan identifikasi, menentukan elemen utama dari permasalahan tersebut, melihat berbagai kemungkinan sebagai solusi, melakukan aksi/tindakan untuk menyelesaikan masalah, sampai dengan mencari pelajaran untuk dipelajari dalam rangka penyelesaian masalah di masa yang akan datang.
2. People management
People management adalah kemampuan untuk mengatur, memimpin dan memanfaatkan sumber daya manusia secara tepat sasaran dan efektif.
3. Creativity
Creativity atau kreatifitas adalah kemampuan untuk terus berinovasi dan berimprovisasi dalam mengembangkan ide-ide baik, ide lama atau ide yang baru serta menciptakan sesuatu yang unik dan menarik.
4. Critical thinking
Critical thinking atau kemampuan berpikir kritis adalah cara berpikir secara masuk akal, memiliki dasar dan tujuan yang jelas, sehingga pemikiran dan ide-ide yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik serta memiliki tujuan yang berorientasi terhadap hasil yang maksimal.
5. Coordinating with other
Sebuah bisnis akan menjadi besar jika memiliki struktur dan kekompakan yang kuat. Karena itu, kerjasama tim sangat dibutuhkan, baik dengan internal tim, maupun dengan orang lain yang berasal dari luar tim.
6. Cognitive flexibility
Cognitive flexibility atau fleksibilitas kognitif adalah kemampuan untuk menyusun secara spontan suatu pengetahuan, dalam banyak cara, dalam memberi respon penyesuaikan diri untuk secara radikal merubah tuntutan situasional.
7. Emotion intelligence
Emotion intelligence atau kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengatur, menilai, menerima, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.
8. Service orientation
Service orientation adalah keinginan untuk membantu dan melayani orang lain sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dengan memiliki service orientation, pelanggan atau konsumen pasti akan memberi penilaian yang positif terhadap kita dan kepercayaan dari konsumen inilah yang menjadikan sebuah bisnis atau usaha menjadi kuat.
9. Judgment and decision making
Judgement and decision making adalah kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat atas situasi yang sedang dihadapi. Terutama saat sedang berada di bawah tekanan.
10. Negotiation
Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk berbicara dan bernegosiasi, apalagi untuk meyakinkan orang lain dalam hal pekerjaan. Untuk itu, kita perlu banyak berlatih dengan kemampuan negosiasi ini.
Bagaimana, apakah kita sudah mempersiapkannya? Jika belum, tidak ada kata terlambat untuk belajar, segera persiapkan dari sekarang sebelum teknologi benar-benar mengalahkan kita.

COMMENTS