Intip yuk makanan rahasia sang raja Yogyakarta! Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat awal mulanya merupakan negara dependen yang berbentu...
Intip yuk makanan rahasia sang raja Yogyakarta! Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat awal mulanya merupakan negara dependen yang berbentuk kerajaan. Lalu pada tahun 1950 status Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman diturunkan menjadi daerah istimewa setingkat provinsi saat Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Nama baru yang disandang hingga sekarang yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Raja yang berkuasa sejak Kesultanan Nyayogyakarta terbentuk memiliki gelar Sri Sultan Hamengkubuwono.
Mulai dari Sri Sultan Hamengkubuwono I hingga saat ini yang berkuasa yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sebagai seorang raja, kehidupan kesehariannya di perhatikan oleh abdi dalem termasuk makanan yang akan di santap. Pelihan menu yang disukai raja-raja terdahulu tidak bisa dinikmati oleh rakyat biasa di luar kraton. Namun saat ini sudah terdapat restoran- restoran di sekitar Kraton yang menyajikan makanan khas Kraton Yogyakarta agar masyarakat luas dapat merasakan nikmatnya menu-menu tersebut.
Abdi dalem menyiapkan makanan raja di pawon atau dapur khusus yang letaknya di dalam lingkungan Kraton. Hidangan yang telah matang akan disajikan kepada Sri Sultan dengan tata cara khusus yang disebut Ladosan Dhahar Dalem. Menu makanan yang digemari Raja-Raja Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu :
1.Manuk Enom
Manuk enom merupakan puding khas Kraton yang terbuat dari tape ketan hijau dan telur. Rasanya manis dan bertekstur lembut. Manuk enom dalam bahasa Indonesia berarti burung yang masih muda. Penyajian hidangan ini dibuat menyerupai burung kecil dengan alas daun pisang dan gambaran sayap burung yang dibentuk dari emping melinjo. Hidangan ini merupakan makanan penutup yang digemari oleh Sri Sultan HB VII.
2.Songgo Buwono
Songgo Buwono merupakan makanan menggunakan kue sus tapi berisi ragout ayam seperti isian risoles. Potongan telur rebus, selada, dan acar ditambahkan didalam kue sus. Hidangan ini mirip seperti burger namun dengan roti yang berbeda. Songgo buwono berarti menyangga bumi dan merupakan kegemaran dari Sri Sultan HB VII.
3.Bendul
Bendul adalah jajanan tradisional yang terbuat dari singkong dan kelapa parut yang dibakar. Bentuk bendul seperti bakpia yang bulat lalu digepengkan. Namun perbedaan dari bakpia yaitu bahan- bahan yang digunakan dan cara penyajiannya. Bendul di sajikan dengan tusukan kayu yang dililit dengan daun pandan hingga berbentuk seperti permen lolipop. Makanan ini merupakan kegemaran dari Sri Sultan HB VIII.
4.Singgang Ayam
Sajian Singgang Ayam sekilas mirip dengan sate ayam. Penyajian singgang ayam menggunakan lontong atau nasi. Menu ini tidak menggunakan bumbu kacang dalam resepnya tetapi menggunakan bumbu rempah khusus. Pengolahan makanan kegemaran Sri Sultan HB IX ini menggunakan santan pada adonan bumbunya lalu dibakar seperti sate.
5.Kapitaru
Kapitaru merupakan makanan pembuka kegemaran Sri Sultan HB IV. Kapitaru berbentuk seperti lumpia basah yang berisikan daging sapi giling. Kapitaru tidak menggunakan kulit lumpia yang tipis, tetapi menggunakan dadaran telur. Penyajian Kapitaru menggunakan acar ketimun dan wortel yang segar.
6.Adu Limo
Adu Limo merupakan minuman kegemaran para Raja Kesultanan Yogyakarta menghangatkan tubuh karena mengandung rempah-rempah. Minuman ini mengandung 5 macam rempah yaitu kencur, kunyit, cengkeh, kayu manis, dan jeruk nipis. Rempah-rempah alami yang digunakan untuk membuat minuman Adu Limo ini mampu menyehatkan badan peminumnya.
7.Setup Jambu
Minuman yang satu ini merupakan kesukaan dari Sri Sultan HB IX. Setup jambu adalah minuman yang menyegarkan karena dibuat dari rebusan jambu biji merah dan gula. Cengkeh ditambahkan agar menambah cita rasa minuman ini. Setup Jambu meningkatkan kekebalan tubuh karenan jambu banyak mengandung vitamin C. Penyajian setup jambu bisa dalam keadaan hangat atau ditambahkan es untuk menambah kesegarannya [kei]

COMMENTS