Kemajuan tekhnologi menuntut masyarakat untuk selalu mengikutinya agar tidak tertinggal informasi teknologi terkini. Kepemilikan gadget s...
Kemajuan tekhnologi menuntut masyarakat untuk selalu mengikutinya agar tidak tertinggal informasi teknologi terkini. Kepemilikan gadget sudah menjadi kebutuhan yang wajib dikalangan masyarakat, termasuk anak-anak. Anak akan dapat dengan mudah menonton youtube dan bermain media sosial melalui gadget. Konten youtube yang bertemakan anak-anak menjadi sangat menarik bagi mereka untuk menonton youtube sejak dini. Hal tersebut membuat anak dengan mudah meniru apa yang dilihatnya dari youtube dan sosial media, mulai dari yang memberikan hal positif bertemakan pendidikan maupun yang mencontohkan hal negatif seperti bullying dan kekerasan.
Youtube adalah sosial media berbasis video sharing yang penggunanya dapat menonton, menyematkan, dan membagikan video tanpa dipungut biaya. Youtuber adalah seseorang yang menjadikan youtube sebagai media untuk berbagi video tentang dirinya. Youtuber dapat membagi film pendek, video review, video klip, tutorial, lagu, daily vlog, challenge, dll. Youtuber dengan jumlah subcriber tinggi menjadi public figure bagi anak-anak yang menontonnya. Youtuber anak membagikan banyak kegiatan yang digemari anak-anak, seperti film pendek animasi, review mainan model terbaru, tutorial membuat slime, daily vlog kegiatan jalan-jalan, dll. Melihat kehidupan para youtuber yang berisi konten-konten menarik, membuat anak-anak bermimpi menjadi youtuber. Perubahan pandangan anak dari era tahun 90an yang bermimpikan menjadi dokter, insinyur, dan guru, pada saat ini mulai berubah secara perlahan. Menjadi artis youtube merupakan salah satu cita-cita yang saat ini populer di kalangan anak-anak.
Banyak youtuber yang awal mulanya sudah terkenal sebagi artis di televisi dan ada juga yang berasal dari masyarakat umum yang belum pernah terkenal sebelumnya. Youtuber memanfaatkan youtube untuk memperoleh uang melalui periklanan google adsense. Semakin banyak yang menonton video yang dibagikan, maka pendapatan youtuber semakin besar. Menjadi youtuber menjanjikan mendapatkan popularitas dan uang dalam jumlah tinggi. Contoh youtuber anak Indonesia yang memiliki tingkat popularitas dan pendapatan tinggi yaitu Azka Corbuzier. Anak laki-laki presenter ternama Dedi Corbuzier ini telah mendapatkan penghargaan dari youtube beruba Silver Button setelah memiliki lebih dari 100.000 subscriber. Penghasilan Azka Corbuzier mampu mencapai USD11.000 atau sekitar Rp 150.000.000. Youtuber mancanegara seperti Ryan Toys Review yang berumur 6 tahun memiliki pendapatan USD 11.000.000 atau sekitar Rp152.000.000.000. Pendapatan yang sangat tinggi untuk anak seumurannya merapakan magnet yang kuat bagi anak-anak lainnya berkeinginan menjadi youtuber.
Mahalnya pendidikan tinggi yang harus ditempuh untuk menjadi Dokter, Insinyur, ataupun guru, perlahan mengurungkan niat anak-anak untuk mencapainya. Munculnya pilihan lain sebuah pekerjaan yang mampu menghasilkan popularitas dan uang yang banyak, membuat cita-cita menjadi youtuber meningkat. Membuat konten youtube yang laris manis di pasaran seperti review mainan atau jalan-jalan terlihat lebih mudah dilakukan karena tidak memerlukan sekolah tinggi dan ijazah dalam pembuatannya. Generasi saat ini lebih menyukai proses yang cepat, mudah, murah, dan instan seperti yang youtube tawarkan bagi penggunanya.
Pandangan masa depan yang berubah antara anak era 90an dengan generasi saat ini merupakan resiko yang tidak dapat dihindari. Perkembangan tekhnologi dan jaman merubah kebutuhan masyarakat menjadi sangat tergantung pada media sosial. Saat seorang anak bercita-cita menjadi youtuber, maka peran orang tua sangat penting untuk mendampingi dan mengawasi prosesnya. Youtuber yang masih anak-anak memerlukan bimbingan orang tua agar konten yang dibagikan tetap bertemakan anak-anak dan bermanfaat bagi banyak orang. Peran orang tua juga penting untuk membimbing anak-anak tetap menjalani pendidikannya walau bercita-cita atau telah menjadi youtuber [kei]

COMMENTS