Pilkada Serentak yang akan dilakukan 2018 ini akan muncul banyak nama Jenderal aktif dari TNI dan Polri yang mengajukan diri sebagai ca...
Pilkada Serentak yang akan dilakukan 2018 ini akan muncul banyak nama Jenderal aktif dari TNI dan Polri yang mengajukan diri sebagai calon gubernur. Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Moeldoko tak mempermasalahkan fenomena tersebut. Prosedur yang harus dilakukan oleh perwira aktif untuk mengajukan diri sebagai calon Gubernur, Bupati, atau Walikota yaitu yang bersangkutan harus mengundurkan diri terlebih dahulu. Berikut nama-nama Jenderal yang mengikuti Pemilukada Serentak 2018 :
- Letnan jenderal TNI Edy Rahmayadi
Putra dari Alm. Kapten TNI Rachman Ishaq ini lahir di Aceh 10 Maret 1961. Masa jabatan beliau sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ke-37 dari 25 Juli 2015 hingga 4 Januari 2018. Saat ini beliau ditetapkan menjadi Pati Mabes TNI AD. Pemberhentian tersebut dalam rangka mengajukan pensiun dini. Letnan jenderal TNI Edy Rahmayadi pernah mendapatkan Penghargaan Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan banyak penghargaan lainnya. Pria berumur 56 tahun ini diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN untuk mengikuti Pemilukada di Sumatra Utara.
- Inspektur Jenderal Polisi Safaruddin
Safaruddin lahir di Sengkang Sulawesi Selatan pada tanggal 10 Februari 1960 yang memiliki pengalaman di bidang Intel. Jabatan yang pernah di amanahkan yaitu sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (8 Juni 2010 – 15 Februari 2013), Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri (22 Januari 2015 – 3 September 2015), dan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (3 September 2015 – 5 Januari 2018). Irjen. Pol. Drs. Safaruddin, S.H. di mutasi sebagai Pati Baintelkam Polri pada tanggal 5 Januari 2018 dalam rangka pensiun. Beliau dikabarkan akan mengikuti Pemilukada Kalimantan Timur melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, namun hal ini masih menunggu deklarasi partai untuk mengusung beliau.
- Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan
Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 29 November 1960 yang memiliki pengalaman di bidang reserse. Jabatan yang pernah beliau terima yaitu Kepala Divisi Humas Polri (5 Maret 2015 – 14 April 2016), Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (14 April 2016 – 12 Desember 2016), Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (12 Desember 2016 – 25 Agustus 2017), dan Wakil Kepala Lemdiklat Polri (25 Agustus 2017 – 5 Januari 2018). Saat ini beliau dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Sespimti Lemdiklat Polri. Anton Charliyan dikabarkan akan diusung PDIP untuk diusung di Pemilukada Jawa Barat.
- Inspektur Jenderal Murad Ismail
Irjen. Pol. Drs. Murad Ismail lahir di Waihaong, Nusaniwe, Ambon, Maluku, pada tanggal 11 September 1961 yang berpengalaman dalam bidang Brimob. Jabatan yang pernah diamanatkan kepada beliau yaitu Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku (April 2013 – 15 Desember 2013), Kepala Kepolisian Daerah Maluku (15 Desember 2013 – 31 Desember 2015), dan Kepala Korps Brimob Polri (31 Desember 2015 – 5 Januari 2018). Mulai tanggal 5 Januari 2018 beliau menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. Beliau diusung partai Nasdem dan telah didukung oleh PDIP untuk Pemilukada Maluku.
- Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw.
Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw lahir di Fakfak, Papua Barat pada tanggal 25 Oktober 1963 yang berpengalaman di bidang Intel. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua (19 Oktober 2011 – 19 Desember 2014), Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat ke-1 (19 Desember 2014 – 30 Juli 2015), Kepala Kepolisian Daerah Papua (30 Juli 2015 – 18 April 2017), Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri (18 April 2017 – 2 Juni 2017), dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Petahana 2 Juni 2017). Beliau akan mengajukan diri dalam pemilihan calon gurbernur Papua dan diusung oleh Parta Golongan Karya [kei]

COMMENTS