Saat berkunjung ke Kota Yogyakarta, tidak ada salahnya menyicipi berbagai kuliner tradisional yang tidak bisa didapatkan di daerah lain...
Saat
berkunjung ke Kota Yogyakarta, tidak ada salahnya menyicipi berbagai kuliner
tradisional yang tidak bisa didapatkan di daerah lain. Salah satunya yaitu mie lethek
yang berasal dari
Kabupaten Bantul yaitu Mie Lethek. Nama unik mie Lethek dalam bahasa jawa
berarti mie yang berwarna keruh kecoklatan. Pembuatan mie ini tergolong
tradisional dan alami karena tidak menggunakan bahan pewarna dan bahan
pengawet. Bentuk Mie Lethek mirip dengan Bihun tetapi memiliki ukuran yang
lebih besar dan tebal. Teksturnya jika digigit terasa kenyal dan berasa netral.
Lokasi pembuatan Mie
Lethek banyak ditemui di Kecamatan Srandakan, Bantul, Yogyakarta sejak tahun 1940-an.
Mie Lethek dibuat dari Tepung Singkong dan Gaplek (singkong yang telah
dikeringkan). Pembuatan mie ini masih tradisional menggunakan sapi sebagai
penarik penggilingan yang berbentuk silinder besar. Berat silinder penggiling
mencapai 1 ton. Setelah adonan tepung singkong dan gaplek selesai digiling dan
dicampur, langkah selanjutnya adalah pengukusan. Setelah matang, dilakukan
penyetakan dan pemotongan adonan hingga berbentuk mie. Saat ini banyak
pengusaha yang telah menggunakan mesin pres dalam menetak mie untuk mengurangi
tingkat kesulitan pekerja yang mencetaknya. Mie lalu dijemur dengan panas
matahari hingga mengering selama 18 jam atau lebih.
Rasa mie ini tergolong netral
sehingga mampu diolah menjadi berbagai menu masakan. Mie Lethek biasanya diolah
menjadi mie goreng atau mie rebus. Bumbu yang digunakan yaitu bawang putih,
kemiri, merica, garam, dan air kaldu ayam kampung. Mengkonsumsi Mie Lethek
harus didampingi dengan bahan-bahan lain dalam penyajiannya. Semangkuk Mie
Lethek dengan tambahan telur, ayam, dan sayuran akan lengkap kandungan gizinya
untuk memenuhi kebutuhan gizi penikmatnya.
Mie Lethek kering banyak di temukan
di pasar-pasar tradisional di sekitar Bantul. Salah satu merek yang terkenal
yaitu Cap Garuda. Mie letek ini dikemas ukuran kecil dan besar. Satu bungkus
mie ukuran kecil dabandrol dengan harga Rp 8000. Sedangkan ukuran besar
dihargai Rp 41.000 berisi 5 kg mie mentah. Wisatawan juga bisa langsung
menikmati Mie Lethek dalam seporsi sajian hangat di warung-warung sekitar
Kabupaten Bantul. Warung Mie Lethek yang bisa dikunjungi untuk berwisata
kuliner di Bantul yaitu:
- Mie Lethek Mbah Mendes.
Warung yang terletak di Sorobayan,
Gadingsari, Sanden, Bantul Yogyakarta cukup populer dikalangan pecinta Mie
Lethek. Terdapat berbagai menu yang mengguah selera yaitu mie rebus dan mie
goreng. Siraman kaldu ayam kampung menambah rasa gurih di sajian mie
tradisional ini. Menu inovasi yang bisa dicoba yaitu Mie Plencing Godog dan Mie
Plencing Goreng.
- Mie Lethek Kang Sum
Warung mie ini terletak di bekas Pasar
Imogiri lama di dekat Komplek Makam Raja-Raja Imogiri. Mie Lethek yang
ditawarkan yaitu mie rebus, mie goreng, dan mie magelangan (mie yang dicampur
nasi goreng). Mie dicampur ayam kampung dan telur bebek untuk menambah citarasa
dan aroma gurih dari semangkuk Mie Lethek Kang Sum.
- Mie Des Khas Pundong Pak Yono
Warung Mie Des ini berada di sebelah
Barat Pasar Pundong, Desa Sihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul.
Warung yang mulai buka pukul 5 sore ini menyajikan mie goreng dan mie rebus.
Mie Des berarti mie yang pedas. Cita rasa pedas sajian mie ini yang membuatnya
populer dan digemari masyarakat. Telur bebek, suwiran ayam, dan kaldu ayam
kampung yang dicampur dengan bumbu pedas membuat ketagihan penikmatnya [kei]

COMMENTS