Pusat Pengerajin Jimbe/Kendang di Blitar terancam gulung tikar Dampak menurunnya stabilitas ekonomi semakin meluas ke tingkat daerah, ha...
Pusat Pengerajin Jimbe/Kendang di Blitar terancam gulung tikar
Dampak menurunnya stabilitas ekonomi semakin meluas ke tingkat daerah, hal ini dirasakan juga oleh para pengerajin Kendang/Jimbe di kota Blitar. Biasanya para pengerajin seperti Rudianto, dapat mengirimkan barang pesanan ke Bali dalam satu bulan sebanyak 3-4 kali. Namun kini para pengerajin mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan, dalam tiga bulan kedepan pasar eksport kendang mengalami hambatan dan tidak lagi menerima pengiriman barang.
Dengan hadirnya market online/digital semakin menambah derita pengerajin kendang dalam pemasaran, hal ini dikarenakan para pengerajin yang belum menguasai teknik pemasaran online. Rudianto sebagai ketua paguyupan pengerajin kendang Blitar mengungkapkan “ kami mengalami permasalahan pemasaran kendang, dikarenakan minimnya peranan pemerintah dalam pembinaan para produsen kendang Indonesia terutama di wilayah Blitar. Sistem pembayaran yang tidak cash menjadi hambatan utama pengerajin kendang, ditambah banyaknya makelar-makelar yang merusak harga pasar kendang”.
Teknologi pemasaran digital, mungkin dapat menjadi solusi pengerajin kendang untuk memasarkan produknya ke pasar internasional tanpa harus melalui makelar-makelar yang masih bekerja secara konvensional. Dengan mempelajari teknik pemasaran digital, maka pengerajin akan dapat menemukan market dan pasar yang dituju secara mudah.
Dampak menurunnya stabilitas ekonomi semakin meluas ke tingkat daerah, hal ini dirasakan juga oleh para pengerajin Kendang/Jimbe di kota Blitar. Biasanya para pengerajin seperti Rudianto, dapat mengirimkan barang pesanan ke Bali dalam satu bulan sebanyak 3-4 kali. Namun kini para pengerajin mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan, dalam tiga bulan kedepan pasar eksport kendang mengalami hambatan dan tidak lagi menerima pengiriman barang.
Dengan hadirnya market online/digital semakin menambah derita pengerajin kendang dalam pemasaran, hal ini dikarenakan para pengerajin yang belum menguasai teknik pemasaran online. Rudianto sebagai ketua paguyupan pengerajin kendang Blitar mengungkapkan “ kami mengalami permasalahan pemasaran kendang, dikarenakan minimnya peranan pemerintah dalam pembinaan para produsen kendang Indonesia terutama di wilayah Blitar. Sistem pembayaran yang tidak cash menjadi hambatan utama pengerajin kendang, ditambah banyaknya makelar-makelar yang merusak harga pasar kendang”.
Teknologi pemasaran digital, mungkin dapat menjadi solusi pengerajin kendang untuk memasarkan produknya ke pasar internasional tanpa harus melalui makelar-makelar yang masih bekerja secara konvensional. Dengan mempelajari teknik pemasaran digital, maka pengerajin akan dapat menemukan market dan pasar yang dituju secara mudah.

COMMENTS