Gajah Mada memimpin bangsanya untuk menyatukan Nusantara, dengan harapan agar persatuan dan kesatuan tersebut dapat melindungi bersama ...
Gajah Mada memimpin bangsanya untuk menyatukan Nusantara,
dengan harapan agar persatuan dan kesatuan tersebut dapat melindungi bersama
dari ancaman bangsa utara yang waktu itu dikenal dengan nama bangsa Tartar.
Majapahit membangun kekuatan armada lautnya sedemikian kuat terdiri atas
ratusan kapal perang di bawah pimpimnan laksamana Nala, dan juga pasukan darat
yang handal, dengan inti kekuatan pasukan khusus Bhayangkara.
Adalah wajar bila Gajah Mada memiliki ajaran-ajaran khusus
kepemimpinan yang dipedomani dan diajarkan selama masa kekuasaannya. Dan
ajaran-ajaran kepemimpinan itu benar-benar dipatuhi oleh setiap pejabat dan
rakyat yang berada dalam barisan birokrasi saat Gajah Mada berkuasa.
Berikut adalah 5 ajaran kepemimpinan Gajah Mada :
1. Wijaya, pemimpin harus mempunyai jiwa
tenang, sabar, bijaksana, dan tidak lekas panic dalam menghadapi persoalan.
Hanya dengan jiwa yang tenang, setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik. Dengan
jiwa tenang memungkinkan setiap persoalan bisa diselesaikan dengan penuh
perhitungan tidak dengan emosi.
2. Mantriwira, pemimpin harus berani
membela serta menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa terpengaruh tekanan dari
pihak mana pun. Pembelaan disini tentu saja terhadap suatu kebenaran. Kebenaran
disini juga terhadap rakyat yang lemah. Siapapun pemimpin yang secara nyata
mampu memberikan kepedulian terhadap si lemah pastilah ia akan disegani
rakyatnya.
3. Natanguan, Pemimpin harus mendapat
kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan
tersebut sebagai tanggung jawab dan kehormatan. Memimpin berarti menerima
amanah. Apabila seseorang tidak mampu menjalankan amanah dengan baik, tidak
mustahil amanah tersebut akan dicabut kembali oleh rakyatnya.
4. Satya Bhakti Prabhu, pemimpin harus memiliki
loyalitas kepada kepentingan yang lebih tinggi dan bertindak penuh kesetiaan
kepada nusa dan bangsa. Sejengkal tanah air, adalah sebuah harga diri.
5. Wagmiwak, pemimpin harus mempunyai
kemampuan mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dengan tutur kata yang
tertib, sopan, santun dan mampu menggugah semangat masyarakat. Sepintar apapun
seorang pemimpin jika tidak pandai berkomunikasi akan menuai masalah.
Pemimpin yang baik mampu mengkomunikasikan gagasannya
sehingga dipahami dan diterima oleh masyarakatnya.

COMMENTS